Cerita Abu nawas Memindahkan istana Raja

Cerita si Abu Nawas memang tidak pernah habisnya, ada saja kisah- kisah lucu menarik nya. Siapa sich yang tidak kenal sama Abu Nawas? ya,..kecerdikan serta kelucuannya sangatlah populer diseantero jagad ini bahkan juga sampai saat ini. Kehebatannya dalam menyelesaikan permasalahan bahkan juga permasalhan yang rumit sekalipun. Dengan akalnya yang cerdas serta terkadang mengundang tawa akan tetapi sekaligus juga mengundang dejak takjub beberapa pembacanya. Satu lagi kedahsyatan Abu Nawas akan dikisahkan dalam cerita pada kesempatan dibawah ini.


Alkisah Baginda Raja barusan membaca kitab mengenai kedahsyatan Raja Sulaiman yang dapat memerintahkan beberapa jin mengalihkan singgasana Ratu Bilqis di dekat istananya. Baginda pun merasa tertarik. Hatinya mulai tergelitik untuk lakukan hal sama. Mendadak beliau ingin istananya dipindahkan ke atas gunung supaya bisa lebih leluasa nikmati panorama di sekitar puncak gunung. Baginda Raja berpikir "tidakkah hal tersebut bisa saja dapat dikerjakan oleh Abu Nawas... sebab Abu Nawas adalah orang yang sangat cerdas di negerinya.

Tiada menghabiskan waktu Abu Nawas selekasnya di panggil untuk menghadap Baginda Raja Harun Al Rasyid. Sesudah Abu Nawas menghadap, Baginda bersabda, "Abu Nawas engkau mesti mengalihkan istanaku ke atas gunung supaya saya lebih leluasa lihat negeriku?" bertanya Baginda sekalian melirik reaksi Abu Nawas.

Abu Nawas tidak langsung menjawab. Ia berfikir sesaat sampai keningnya berkerut. Mustahil menampik perintah Baginda pasti akan diberi hukuman. Pada akhirnya Abu Nawas sangat terpaksa menyanggupi project raksasa itu. Ada lagi satu, keinginan dari Baginda, pekerjaan itu mesti tuntas cuma hanya dalam kurun waktu satu bulan. Abu Nawas pulang dengan hati ragu.

Tiap-tiap malam ia cuma bersahabat dengan rembulan serta bintang-bintang. Hari-hari dilalui dengan kegundahan. Tidak ada hari yang lebih berat dalam kehidupan Abu Nawas terkecuali hari-hari ini. Tapi di hari ke-9 ia telah menmukan cara dalam benaknya, maka Esok harinya Abu Nawas pergi ke arah istana. Ia menghadap Baginda untuk membahas rencana perpindahan istana. Dengan suka hati Baginda akan dengarkan apakah yang akan dilakukan Abu Nawas.

"Ampun Tuanku, hamba hadir kesini cuma untuk ajukan saran untuk membuat lancar pekerjaan hamba kelak." kata Abu Nawas.

"Apakah saran itu?"

"Hamba akan mengalihkan istana Paduka yang mulia pas pada Hari Raya Idul Qurban yang kebetulan cuma kurang dua puluh hari lagi."

"Jika cuma itu usulmu, baiklah." kata Baginda.

"Satu lagi Baginda..." Abu Nawas berkata.

"Apalagi?" bertanya Baginda.

"Hamba minta Baginda menyembelih sepuluh ekor sapi yang gemuk untuk diberikan langsung pada beberapa fakir miskin." kata Abu Nawas. "Baiklah Usulmu kuterima." kata Baginda menyepakati. Abu Nawas pulang dengan perasaan riang dan senang. Sekarang tidak lagi ada yang butuh di kuatirkan. Toh kelak jika saatnya telah datang, ia juga bakal dengan gampang mengalihkan istana Baginda Raja. Jangankan cuma mengalihkan ke puncak gunung, ke basic samudera juga Abu Nawas mampu.

Rumor mulai menyebar ke semua pelosok negeri. Tentang kesanggupan Abu Nawas untuk memindahkan istana Raja kepuncak Gunung. Hampir kebanyakan orang harap-harap kuatir. Tapi sejumlah besar rakyat terasa meyakini atas potensi kemampuan  Abu Nawas. Sebab sampai kini Abu Nawas belumlah pemah gagal melakukan tugas-tugas aneh yang dibebankan diatas pundaknya. Akan tetapi ada sebagian juga orang yang menyangsikan kesuksesan Abu Nawas . Masa-masa yang ditunggu-tunggu datang. Rakyat bersama-sama ke arah lapangan untuk lakukan sholat Hari Raya Idul Qurban.

Serta selesai sholat, sepuluh sapi sumbangan Baginda Raja disembelih lantas dimasak lalu selekasnya diberikan pada fakir miskin. Sekarang giliran Abu Nawas yang perlu melakukan pekerjaan berat itu. Abu Nawas berjalan ke arah istana dibarengi oleh rakyat. Sesampai di muka istana Abu Nawas menanyakan pada Baginda Raja, "Ampun Tuanku yang mulia, apakah didalam istana tidak ada orangnya lagi?"

"Tidak ada." jawab Baginda Raja singkat. Lalu Abu Nawas berjalan selangkah mendekati istana. Ia berdiri sekalian memandangi istana. Abu Nawas berdiri mematung seakan-akan ada yang dinanti. dan Benar Baginda Raja pada akhirnya tidak sabar.

"Abu Nawas, kenapa engkau belum memindahkan istanaku?" bertanya Baginda Raja.

"Hamba telah siap dari tadi Baginda." kata Abu Nawas. "Apakah maksudmu engkau telah siap dari tadi? Jika engkau telah siap. Lantas apakah yang engkau nantikan?" bertanya Baginda masih tetap diliputi perasaan heran.

"Hamba menanti istana Paduka yang mulia diangkat oleh semua masyarakat yang ada untuk ditempatkan diatas bahu hamba. Kemudian hamba pasti akan mengusung untuk mengalihkan istana Paduka yang mulia ke atas gunung sesuai dengan titah Paduka." Baginda Raja Harun Al Rasyid terpana. Beliau tidak menduga Abu Nawas masih tetap dapat keluar dari lubang jarum.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cerita Abu nawas Memindahkan istana Raja"

Post a Comment